Jumat, 15 Oktober 2010

Kisah Si Penebang Pohon


Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu".

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah kapak?"
"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga". Kata si penebang.

"Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti ,

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Rabu, 13 Oktober 2010

Hikmah dalam cerita


Sebuah bis datang, dan kau bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

"Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!

Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..

Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Bis seperti apa yang kau tunggu?

Senin, 11 Oktober 2010

Kangkung, Bukan Sayuran Penyebab Kantuk



Netsains.Com - Saat ini kangkung termasuk sayur yang sangat popular, biasanya diolah menjadi tumis dan cah diatas hotplate atau hanya sekedar lalapan mentah. Mitos yang selama ini berkembang di kalangaan masyarakat kangkung identik dengan sayuran yang dapat menyebabkan kantuk.
Karenanya sebagian orang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi kangkung di malam hari supaya tidak mengganggu aktivitas kerja. Benarkah konsumsi kangkung dapat menyebabkan orang mudah ngantuk?
Mitos yang menyatakan kangkung merupakan sayuran yang dapat menyebabkan kantuk sebenarnya terlalu berlebihan. Saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kangkung dapat menyebabkan kantuk. Kenyataan yang ada, kandungan zat besi yang tinggi pada kangkung dapat membuat konsentrasi otak menjadi meningkat. Zat besi merupakan komponen terpenting dalam pembuatan sel-sel darah merah. Dengan meningkatnya produksi sel-sel darah merah, aliran oksigen ke seluruh tubuh, terutama ke otak, ikut meningkat sehingga membuat tubuh menjadi lebih segar dan bugar.
Kangkung memang mengandung komponen kimia yang bersifat sedative (penenang). Komponen tersebut dapat membuat pikiran orang yang mengonsumsinya menjadi tenang, sehingga berpotensi mudah untuk ngantuk. Tetapi hal tersebut tidak dapat menjadi acuan untuk membuktikan kangkung merupakan obat tidur yang baik karena respon seseorang terhadap zat sedatif tersebut berbeda-beda. Seseorang bisa saja mudah ngantuk dengan mengonsumsi lima sendok makan kangkung. Tetapi orang lain masih bisa tetap bugar setelah mengonsumsi sepiring cah kangkung.
Sebenarnya hampir semua lauk yang kita makan mengandung komponen gizi yang berpotensi membuat kita mudah ngantuk dan tertidur. Terutama makanan yang kaya akan vitamin B kompleks, kalsium, selenium, asam lemak omega-3, seng, dan magnesium. Berbagai macam jeroan, kacang-kacangan, kerang, telur, dan susu dapat menjadi faktor utama penyebab ngantuk. Makanan yang kaya akan asam folat seperti asparagus, brokoli, kembang kol, dan bit juga memiliki potensi untuk membuat orang tertidur tenang.
Pemasok Beta Karoten
Jangan takut ngantuk dengan mengkonsumsi kangkung karena kangkung dibutuhkan dalam porsi banyak untuk memasok kebutuhan tubuh akan betakaroten. Hasil penelitian terhadap anak-anak India didapat kisaran kemampuan menyerap karoten yang berasal dari sayuran hanya 33-58 persen atau rata-rata 50 persen. Dilihat dari nilai gizinya, kangkung merupakan salah satu di antara sayuran hijau yang banyak mengandung vitamin A yang bersal dari betakaroten.
Betakaroten diperkirakan memiliki banyak fungsi yang tidak dimiliki senyawa lain. Dilihat dari intensitas warna hijaunya, daun kangkung tergolong dalam intensitas hijau yang sedang. Derajat kehijauan dari warna daun erat hubungannya dengan kadar karoten. Semakin hijau daun tersebut, semakin tinggi kadar karotennya.
Kekurangan betakaroten tidak segera dapat dirasakan, sehingga kebutuhan unsur ini jarang menjadi perhatian. Dari sumber makanan yang dikonsumsi setiap hari, kebutuhan minimal akan betakaroten terkadang belum tercukupi. Ketidakcukupan pemenuhan kebutuhan ini biasanya karena sebagaian betakaroten rusak selama proses pengolahan, seperti halnya kerusakan vitamin lainnya selama pengolahan. Sehingga masih diperlukan tambahan yang disuplai dari luar.
Betakaroten merupakan provitamin A yakni sumber penting bagi vitamin A di dalam saluran pencernaan khususnya pada usus halus. Di dalam usus betakaroten akan mengalami penyerapan yang kemudian di simpan di dalam sel hati. Selanjutnya betakaroten akan di ubah menjadi vitamin A dan siap digunakan kalau dibutuhkan untuk berbagai reaksi metabolisme.
Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker. Banyak hasil penelitian para ahli kanker merekomendasikan kebutuhan tubuh akan betakaroten setiap hari ada pada kisaran 5-6 mg.
Sebagaimana vitamin lainnya, meskipun jumlahnya hanya dalam hitungan milligram, tetapi sangat diperlukan sehingga kalau tidak terpenuhi kebutuhannya dapat menimbulkan gangguan fungsi. Disamping itu, betakaroten juga dapat berfungsi sebagai penangkal radikal bebas karena peran antioksidannya.
Kadar Purin Tinggi
Setiap100 gram kangkung terdapat 298 mg purin, lebih tinggi daripada kacang tanah. Karenanya konsumsi kangkung perlu diwaspadai bagi menderita penyakit asam urat karena mengandung komponen purin cukup tinggi. Purin merupakan bentuk turunan nukleoprotein, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh.
Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman, sayur, buah, kacang-kacangan atau pun hewan yakni daging, jeroan, dan ikan. Setiap orang menghasilkan purin di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan purin.
Tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen. Sedangkan pemicu asam urat adalah konsumsi makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Apabila kita telah menderita asam urat, kita masih diperbolehkan mengonsumsi purin sebanyak 100-150 mg per hari. Hal ini berarti, penderita asam urat ringan masih dapat mengonsumsi kangkung sebanyak 50 gram setiap harinya.
Menetralkan Racun
Kangkung memang berfungsi sebagai penenang (sedatif) dan mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Itulah sebabnya, tanaman ini mempunyai kemampuan menetralkan racun di tubuh. Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filipina, memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman penyembuh ajaib. Di negara itu, tanaman ini dipakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir.
Mengandung Peroksidase
Meskipun sering dimakan mentah sebagai lalapan, kangkung lebih lezat bila dibuat tumis. Namun, kangkung yang telah diolah sebaiknya tidak dikonsumsi lagi bila telah lewat setengah hari. Hal itu disebabkan seperti jenis sayuran lainnya, kangkung mengandung enzim peroksidase yang bersifat merusak. Enzim peroksidase paling tahan terhadap panas dan akan semakin tinggi aktivitasnya bila dalam bahan pangan tersebut banyak terdapat zat besi. Kandungan lemak yang cukup tinggi pada daun juga akan mempercepat aktivitas enzim tersebut.
Menurut penelitian Sweeney dan Marsh pada tahun 1971, besarnya penurunan aktivitas karoten pada sayuran berwarna hijau akibat pemanasan 60 derajat C mencapai 20 persen dan akan merusak komponen gizi lainnya.
Begitu banyak manfaat dari kangkung, dari betakaroten hingga penawar racun. Di dalamnya juga terkandung 10 jenis mineral, 11 jenis vitamin, 18 jenis asam amino dan yang tak kalah hebatnya kangkung tidak mengandung kolesterol. Mari kita mengkonsumsi kangkung tetapi jangan memasak atau mengolah kangkung dengan panas terlalu tinggi karena kita akan kehilangan manfaatnya. Selamat mencoba!.
Nutrisi, Nilai per 100 gram porsi makanan
Air, 91.2 g
Energi, 28 kcal
Energi, 117 kj
Protein, 1.9 g
Total lemak, 0.4 g
Karbohidrat, 5.63 g
Serat, 2 g
Mineral : Kalsium, Ca, 72 mg
Besi, Fe, 0.9 mg
Magnesium, Mg, 18 mg
Phospor, P, 28 mg
Potassium, K, 228 mg
Sodium, Na, 23 mg
Seng, Zn, 0.24 mg
Tembaga, Cu, 0.156 mg
Mangan, Mn, 0.416 mg
Selenium, Se, 0.9 mcg
Vitamin : Vitamin C, asam ascorbic, 41 mg
Thiamin, 0.053 mg
Riboflavin, 0.07 mg
Niacin, 0.5 mg
Asam Pantothenic, 0.049 mg
Vitamin B-6, 0.138 mg
Folate, 13.3 mcg
Vitamin B-12, 0 mcg
Vitamin A, IU, 7400 IU
Vitamin A, RE, 740 mcg_RE
Vitamin E, 0.85 mg_ATE
Lemak : Asam lemak jenuh, saturated, 0.052 g . Asam lemak tak jenuh, monounsaturated, 0.03 g . Asam lemak tak jenuh, polyunsaturated, 0.193 g. Kolesterol, 0 mg
Asam Amino: Tryptophan, 0.023 g
Threonine, 0.085 g
Isoleucine, 0.114 g
Leucine, 0.133 g
Lysine, 0.114 g
Methionine, 0.018 g
Cystine, 0.025 g
Phenylalanine, 0.097 g
Tyrosine, 0.067 g
Valine, 0.104 g
Arginine, 0.106 g
Histidine, 0.04 g
Alanine, 0.096 g
Asam Aspartic, 0.17 g
Asam Glutamic, 0.216 g
Glycine, 0.092 g
Proline, 0.113 g
Serine, 0.08 g

Wanita Shalihah, Sebaik-baik Perhiasan Dunia…

Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah“. (HR. Muslim).
———-
Oleh: Abdullah Gymnastiar

MQ Media Online – Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.
Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).

muslimahmokuliah
Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran.

Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).
Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.
Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.
Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.
Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.
Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia “polos” tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.
Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.
Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal. Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi.
Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, “Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya.”
Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa. Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah.
Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita.
*Nah, sekarang siapa yang gak pingin jadi wanita shalihah?

Omega-3 Tidak Menjamin Anak Cerdas ???


Untuk jadi cerdas, si kecil perlu mendapat banyak rangsangan. Lagi pula, bila Omega-3 di konsumsi tak seimbang dengan Omega-6 dan zat gizi lainnya, hasilnya malah membahayakan.
Saat ini, di pasaran semakin banyak dijumpai produk makanan bayi, baik susu maupun makanan tambahan, yang berlabel “Plus Omega-3″ atau “Plus DHA”. Konon, Omega-3 dan DHA bermanfaat bagi perkembangan kecerdasan bayi. Sebenarnya, apa, sih, yang dimaksud Omega-3 dan DHA?
“Omega-3 itu nama umum asam alfa-linolenat sedangkan DHA merupakan senyawa turunan dari alfa -linolenat,” jelas Mohamad Harli. Yang dimaksud Omega adalah nama kelompok asam lemak tak-jenuh majemuk berantai panjang (polyunsaturated fatty acids, PUFA) dengan panjang rantai karbon dari 18-22 (C18-22).
Selain Omega-3, masih ada 2 macam Omega lagi, yaitu Omega-6 (asam linoleat), dan Omega-9 (asam oleat). Namun, dari ketiga Omega tersebut, yang utama hanyalah Omega-3 dan Omega-6 karena merupakan asam lemak esensial dan sangat diperlukan oleh tubuh. “Sayangnya, tubuh manusia tak membentuk asam lemak esensial, sehingga harus dipasok dalam bentuk yang terdapat pada makanan atau bisa ditambahkan pada makanan tertentu,” lanjut Sarjana Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga dari IPB ini.
HARUS SEIMBANG
Omega-3, terang Harli, akan diproses menjadi tiga bentuk senyawa aktif, yaitu asam lemak DHA (dokosaheksaenoat), EPA (eikosapentaenoat), dan LNA (asam alfa-linolenat) . Sedangkan Omega 6 menghasilkan senyawa aktif asam lemak LA (linoleat) dan asam lemak AA (arakhidonat).
Bila diibaratkan kue, Omega-3 dan Omega-6 adalah tepung, telurnya atau bahan dasar pembuat kue. Sedangkan bentuk jadinya atau kuenya adalah DHA, EPA, LNA , LA , dan AA. Sementara proses pembuatannya, seperti mengaduk, mencampur, dan lainnya, adalah proses di dalam tubuh yang disebut elongase dan desaturase.
“Asam-asam lemak esensial dan turunannya ini mempunyai fungsi sendiri-sendiri dan saling bekerja sama satu sama lain demi keseimbangan. Oleh karena itu, pasokannya dari makanan juga harus seimbang,” jelas Harli. Bila hanya salah satu senyawa saja yang diutamakan, misalnya DHA saja, akibatnya akan merusak keseimbangan dalam tubuh dan akan mengganggu proses biokimia lainnya.
DHA, jelas Harli lebih lanjut, bila dalam jumlah seimbang akan memiliki peranan menyehatkan peredaran darah karena mekanisme kerja DHA adalah melebarkan pembuluh darah dan menghambat penggumpalan darah. “Tapi kalau kelebihan, malah akan membuat darah terlalu encer. Akibatnya, ketika diperlukan penggumpalan atau pembekuan darah seperti saat tengah menjalani operasi, maka darah jadi sulit menggumpal.” Celaka, kan !
Selain itu, tak berbeda jauh dengan efek susu formula secara umum, kelebihan DHA juga dapat membuat kegemukan pada bayi. “Memang, bayi yang menyusu ASI juga akan menjadi gemuk namun tak berlebihan alias normal. Hal ini disebabkan, ketika ia banyak bergerak, berat badannya akan cepat menyusut,” jelas Harli. Tak demikian halnya dengan bayi yang mengkonsumsi susu formula, “gemuknya tak sehat seperti gemuk berair dan itu bisa berlanjut terus hingga dewasa bila tak diwaspadai dan dikontrol konsumsinya. ” Itulah mengapa, Harli menganjurkan agar susu formula ditambahi DHA harus dikonsumsi sesuai petunjuk/aturannya.
TAK MENJAMIN CERDAS
Memang, diakui Harli, DHA mempunyai manfaat besar bagi proses tumbuh kembang sel-sel otak dan retina janin maupun bayi. “Senyawa ini diperlukan dalam proses pembentukan, pertumbuhan, dan perkembangan sel-sel otak serta saraf sejak masa pembentukan janin hingga anak berusia 2 tahun.”
Jadi, kekurangan DHA pada saat-saat tersebut akan ditandai dengan rendahnya kemampuan kognitif dan intelektual anak. Tapi bukan berarti DHA lalu menjadi sangat super. “Karena dalam proses tumbuh kembang sel-sel otak pada bayi, DHA sebenarnya tak bekerja sendiri, seperti zat gizi kalori-protein, mineral yodium, zat besi, vitamin A,” jelas peneliti Omega-3 di daerah Magelang tahun 1994-1997 ini.
Selain itu, kecerdasan pun sebenarnya dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya ialah rangsangan dari lingkungan. “Justru 90 persen aspek kecerdasan seseorang ditentukan oleh pengalaman hidupnya,” ujar Harli. “Walaupun bahan dasarnya bagus, artinya zat gizinya cukup, namun bila bayi tak dirangsang dengan lingkungan yang menunjang dan menantang proses berpikirnya, maka akan percuma saja,” lanjutnya. Misal, seorang bayi yang bergizi baik tapi karena terlalu dilindungi oleh orang tuanya, bisa saja ia kemudian jadi penakut terhadap lingkungan sehingga perkembangan kecerdasannya pun terhambat.
Jadi, Bu-Pak, selain tersedia materi dasar berupa sel-sel otak yang optimal, kecerdasan tetap harus dirangsang dengan berbagai pengalaman lingkungan setelah bayi lahir. Lagi pula, berdasarkan penelitian tak ada perbedaan dampak yang nyata terhadap psikologis bayi antara yang mengkonsumsi susu formula dengan DHA dan tanpa DHA. “Baik tingkat kecerdasannya, mental, maupun psikomotoriknya tak berbeda, kok, bila lingkungannya mendukung masa-masa perkembangan sang anak,” ujar Harli.
Hal ini disebabkan turunan Omega-3 dan Omega-6 dapat diolah tubuh sesuai keperluannya, asalkan bahan baku atau prekusornya berupa asam linoleat dan linolenat dari makanan sudah ada. “Jadi, bila sebuah merek susu formula yang tak mencantumkan DHA namun dalam kandungannya terdapat asam lemak esensial berarti susu itu tak lebih jelek dari susu dengan DHA,” tandas Harli.
Pendeknya, baik susu formula dengan ataupun tanpa DHA, apabila dikonsumsi oleh bayi sehat, maka hasilnya akan sama. Yang beda cuma harga susunya, kok, Bu-Pak, jadi lebih mahal karena ada tambahan DHA-nya. Iya, kan !
MAKANAN YANG MENGANDUNG OMEGA
Sebenarnya tak sulit, kok, Bu-Pak, untuk mendapatkan makanan yang mengandung asam lemak esensial bagi si kecil. ASI, misalnya. “Selain mengandung zat-zat gizi yang diperlukan bayi, ASI juga mengandung Omega-3 yang rasio dan jumlahnya sangat sempurna,” jelas Harli. Itulah mengapa, ASI menjadi rujukan utama kadar gizi berbagai produk makanan bayi.
Jadi, Bu, janganlah ASI dibuang-buang mubazir. Berikan ASI pada bayi sebanyak yang ia mau, kapan dan di mana pun. Hasil penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat ASI secara optimal akan memiliki kesehatan dan kecerdasan yang lebih baik ketimbang bayi yang mendapatkan susu formula.
Tapi, jangan lupa, lo. ASI berkaitan erat dengan gizi ibu. Jadi, bila si kecil menyusu ASI, ada baiknya ibu juga mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung Omega agar dapat menghasilkan ASI lebih banyak dengan kadar zat-zat gizi lebih optimal.
Makanan laut seperti ikan cakalang, tuna, lemuru, makarel, dan sarden, banyak mengandung Omega-3. Dari pangan nabati, Omega-3 terdapat pada kedelai, tahu, tempe , minyak canola, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Sedangkan Omega-6 banyak terdapat pada pangan nabati, terutama biji-bijian seperti minyak kedelai nabati.
“Sebaiknya bila mengkonsumsi sumber pangan hewani, usahakan lebih banyak berasal dari ikan, terutama ikan laut,” anjur Harli. Sementara pangan nabati, dianjurkan agar mengutamakan produk kedelai seperti tempe dan tahu, juga kacang-kacangan dan sayuran hijau.
Nah, bila si kecil sudah mendapatkan makanan tambahan seperti bubur tim, tentunya ia pun juga bisa mendapatkan tambahan asam lemak esensial dari makanan-makanan alami tersebut.
TELUR OMEGA
Selain susu dan makanan tambahan untuk bayi, telur pun ada yang diklaim mengandung Omega-3. “Secara teoritis dan praktek dalam skala laboratorium, rekayasa komposisi pakan ayam bisa saja menghasilkan telur yang mengandung Omega-3,” terang Harli. Namun dalam praktek di lapangan yang berskala besar, lanjutnya, patut dipertanyakan siapa yang menjamin komposisi pakan ayam yang dilaksanakan sesuai dengan standar. Terlebih lagi, standar tersebut sebenarnya memang belum ada.
Oleh karena itu, tambah Harli, masih menjadi pertanyaan mengenai kadar optimal dan rasio perbandingan yang pas untuk kesehatan bayi bila telur itu diperuntukkan bagi bayi. Tapi bila ibu ingin memberikan telur Omega-3 pada bayi, tentu boleh-boleh saja, asalkan ia memang sudah boleh mendapatkan makanan tambahan

Web Hosting